Kamis, 01 Oktober 2015

Berkenalan Dengan Baidu




Baidu merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengembang aplikasi komputer dan seluler. Perusahaan asal Tiongkok itu didirikan oleh Robin Li dan Erick Xu pada 18 Januari 2000. Berkantor pusat di Beijing, Baidu sedang mengepakkan sayap bisnisnya secara global, termasuk di Indonesia. Dan mulai beroperasi di Indonesia pada Juli 2013.

Salah satu inovasi dari Baidu adalah menjadikan kenyamanan pengguna sebagai komoditas produknya. Dan inovasi tersebut melahirkan program yang bernama Baidu User Experience Center(Baidu UEC). Baidu UEC dirilis di Indonesia pada tanggal 14 Agustus 2014 melalui sebuah website yang beralamat di: http://id.user.baidu.com.

Apakah Baidu UEC itu?
Baidu UEC adalah platfrom tugas bagi pengguna aplikasi Baidu untuk menguji tingkat kenyamanan aplikasi besutan Baidu yang akan diluncurkan atau baru saja diluncurkan di pasaran.

Apa saja tugasnya?
Tugas para member Baidu UEC dapat berupa survey, kuisioner, wawancara, dan ujicoba aplikasi. Tugas ini berguna sebagai masukan bagi pihak Baidu yang dijadikan materi pertimbangan dalam mengembangkan produknya.

Apa keuntungan bergabung dengan Baidu UEC?
Para member Baidu UEC akan memperoleh imbalan berupa sejumlah kupon setiap mengerjakan tugas. Kupon yang terkumpul dapat ditukarkan dengan hadiah yang akan dikirimkan ke alamat pengguna. Para pengguna juga akan mendapatkan banyak pengalaman menarik saat melakukan ujicoba aplikasi baru besutan Baidu.

Bagaimana cara bergabung di Baidu UEC?
1. Silakan buka laman http://id.user.baidu.com

2. Klik register atau daftar.

Bisa mendaftar menggunakan e-mail atau akun Facebook. Jika mendaftar menggunakan akun Facebook sebaiknya akun Facebooknya terhubung dengan e-mail yang masih aktif, karena pihak Baidu UEC akan sering mengirimkan notifikasi melalui e-mail.

3. Kerjakan “Tugas Peserta Baru” dengan melengkapi biodata untuk mendapatkan 50 kupon pertama.

4. Selanjutnya mengerjakan sejumlah tugas yang tersedia untuk mengumpulkan kupon sedikit demi sedikit. Apabila tidak ada tugas tersedia, maka pengguna dapat membagikan peringkatnya ke Facebook untuk mendapat 20 kupon tambahan.

5. Pengguna Baidu UEC juga dapat memperoleh kupon dari kegiatan mengundang teman. Caranya dengan meng-klik ikon “Undang Teman” lalu membagikan tautan referral ke jejaring sosial. Tiap orang yang mendaftar melalui tautan tersebut, maka pemilik tautan akan mendapatkan 10 kupon. Jumlah undang teman dibatasi 3 orang tiap hari.

6. Mengenai hadiah yang ditelah ditukarkan, baik voucher pulsa ataupun barang tidak akan diterima secara instan karena pengiriman hadiah diproses menurut giftlist yang diatur oleh Admin Pusat. Harap bersabar menunggu pengiriman hadiah karena proses pengiriman dilakukan secara sistematis sesuai giftlist.

 Sumber rujukan: Grup Facebook Baidu UEC dan laman http://id.user.baidu.com
(Tulisan ini pernah diposting pada blogku: marowati.wordpress.com)

Selasa, 12 Mei 2015

draft tasya, uji kerapian postingan kedua

"Apa cuma segini kemampuanmu? Kita butuh lebih," seloroh Radith.

 

"Iya, perisai virtual saja takkan cukup untuk menghalau serangan para monster," cibir Nely.

 

"Entahlah, aku ini cuma kuter alias kuis hunter. Aku ke sini buat berburu hadiah dan gratisan bukan bertarung," sahut Tasya cuek.

 

"Kenapa tidak kalian tanyakan saja sama para Maid, bukankah mereka tahu apapun?" celetuk Eophi yang masih asyik tiduran di kasur. Suaranya lebih mirip orang mengigau.

 

"Ada yang bisa kami bantu, Nona?" tanya Maid.

 

"Aku ingin tahu apa aku punya kekuatan lainnya?" sahut Tasya.

 

"Sebentar," Maid mengetukkan ujung sepatunya ke lantai. Seketika lantai Alkima berubah menjadi monitor yang menampilkan data diri Tasya.

 

"Di sini tertulis jika Nona Tasya memiliki senjata smartphone multifungsi. Fiturnya terdiri dari perisai virtual, aura hoki, proyeksi ruang virtual, dan siaran online pengganggu. Serta powerbank pemasok daya tanpa batas," jelas Maid.

 

"Apa? Siaran online pengganggu? Haduh,  perusahaan aplikasi akan memecatku jika tahu ini," keluh Tasya.

 

"Huft, benar-benar payah," ejek Eophi.

 

"Hei, apa maksudmu! Kamu sendiri cuma bisa tidur doang. Sini tunjukkan kemampuanmu!" balas Tasya sewot.

 

Eophi menyibakkan selimutnya. Ia bangkit bersama seperangkat alat tidur yang melayang di sampingnya. Ia merapal mantra dengan lirih.

 

Guling Eophi bersinar dan mengeras. Eophi mengayunkan gulingnya kepada Tasya dengan sekuat tenaga.

 

"Plak!" guling menghantam wajah Tasya dan membuatnya jatuh tersungkur.

 

Tasya malah bengong. Hantaman guling Eophi terasa empuk di pipinya. Seperti ditepuk boneka bulu nan lembut. Bahkan perisai virtualnya tidak muncul karena menganggap serangan Eophi tidak berpotensi membahayakan Tasya.

 

"Apa itu menyakitkan?" tanya Radith heran melihat ekspresi Tasya.

 

Tasya menggeleng. Dan giliran Radith dan Nely yang melonggo.

 

"Astaga! Bahkan seranganmu tak mampu membunuh seekor lalat sekalipun, Eophi." Radith mengacak-acak rambutnya sendiri. Ia nyaris frustasi menghadapi rekan satu tim yang tidak bisa diandalkan.

 

"Eophi Rasaya memang pecinta damai. Dia punya prinsip Not Kill In Action sehingga serangannya takkan mencederai lawan," jelas Maid yang mendampingi Eophi.

***

Draf Tasya (uji kerapian tulisan by mail)

Doorprize Mengerikan dari Alforea

-Perkenalan-
Nama lengkapnya Tasya Freyona Putri, gadis 16 tahun yang akrab dipanggil Tasya. Siswi kelas X SMA yang sedang menikmati liburan ke luar angkasa. Sebuah hadiah "tercetar" dari hasil berburu kuis di internet.

Awalnya acara liburan ke planet Alforea berjalan lancar hingga ia mengetahui bahwa kegiatan kuis dalam game online Battle of Realms-Exiled V masih berlanjut. Tasya harus mengikuti sejumlah turnamen di Alforea untuk memenangkan doorprize-nya.

Bukan perkara mudah untuk memenangkan doorprize. Ia harus menghadapi persaingan ketat di antara ratusan peserta. Bukan persaingan dunia maya yang dihadapinya, bukan sekadar perang like maupun status facebook. Melainkan persaingan dalam arti nyata termasuk adu fisik dan perang bertaruh nyawa. Siap ataupun tidak, Tasya akan terlibat dalam pertarungan sengit di Battle of Realms-Exiled V.
***
-Patner Berlatih-
Tasya mengibaskan tangannya yang pegal usai memukuli samsak. Wajahnya cemberut karena kelelahan usai berlatih beladiri bersama Radith. Sebelumnya Tasya memang pernah ikut karate, tapi ia hanya bertahan mengikuti latihan karate selama seminggu. Tasya meninggalkan eskul karate dan melipir ke warnet untuk berburu kuis berhadiah.

"Huft! Kenapa harus ada turnamen segala sih? Masa iya kuter cantik gini disuruh berantem. Kenapa nggak diadakan lomba foto aja sih buat dapetin doorprize-nya?" gerutu Tasya. Ia duduk selonjoran dengan sesekali meregangkan tangannya. Ia mengambil jepit rambut dan menjepit rambut hitam sebahunya ke belakang. Kemudian mengusap keringat di lehernya dengan handuk kecil. Siang hari di Alkima Plaza terasa lebih panas daripada hawa di tempat tinggalnya dulu.

"Tasya! Latihannya yang serius woy!" teriak Radith. Pemuda 23 tahun itu sedang duduk bersila di lantai sambil memainkan wayang golek dengan prana petirnya. Tiga wayang golek tanpa gagang tampak melayang di udara.

"Males, ah. Capek tau!" kilah Tasya. Ia merogoh smartphone di sakunya dan mulai memainkan sebuah game.

Radith bangkit. Ia mengubah wayang  Bima menjadi topeng merah yang menutupi separuh wajah tampannya. Sedangkan wayang Arjuna berubah menjadi gelang Gandiwa yang melingkari lengan kekarnya. Dan wayang Gatotkaca menjelma menjadi Zirah Antakusuma yang serupa rompi membuat penampilannya makin gagah. Penampilan Radith yang semula tampan dan kalem telah menjelma menjadi sosok yang gagah perkasa dan terkesan garang. Radith telah malihrupa menjadi sosok Vajra, sang Dalang Petarung.

Vajra beranjak menghampiri Tasya. Ia menyerang Tasya dengan Tinju Brajamusti, tapi serangannya terhalang oleh perisai yang menyelubungi Tasya. Kilatan petir menyambar-nyambar di sekeliling keduanya.

"Kau pikir seberapa kuat perisaimu menahan seranganku?" hardik Vajra.

"Apa salahku? Kenapa kamu menyerangku?" sahut Tasya. Wajahnya memucat. Ia takut jika perisai pelindungnya ditembus oleh serangan Vajra. Ia bergegas menancapkan kabel powerbank ke ponselnya, berjaga-jaga agar ponselnya tidak lowbat.

"Dor!" sebuah proyektil peluru melesat ke arah Tasya. Tapi kemudian terpental saat menyentuh tabir pelindung dan berbelok hingga hampir mengenai Vajra.

Beruntung, Vajra sigap menghindari terjangan peluru yang dimuntahkan dari senapan Nely itu. Lantai keramik Alkima remuk terkena ledakan peluru Nely.

"Hei, Nely! Apa urusanmu dengan Eophi udah rampung? Kenapa kau menyerangku?" protes Vajra sambil menatap tajam kepada Nely.

"Aku cuma ingin mengetes kemampuan kalian. Persetan dengan bocah pemalas itu!" sahut Nely.

"Ya Dewata, kenapa aku sesial ini. Andai aku dapat memilih tim yang lebih baik daripada kedua bocah itu," keluh Vajra yang mulai memulihkan diri menjadi Radith.

"Yap, aku sepakat denganmu," kata Nely sembari menyibakan rambut birunya yang berkilauan. Gadis bermata hijau itu masih menodongkan senapannya ke arah Tasya. Ia memicingkan mata dan bersiap menembak Tasya lagi. Ia yakin kemampuan "Eyes Afinity"-nya selalu membuatnya tepat sasaran. Daripada tak berguna dan membebani lebih baik dilenyapkan saja, itulah prinsip Nely.

"Dor!...Dor...Dor...!" tiga tembakan beruntun mengarah pada Tasya.

Tasya terbelalak. Ia menjerit dan menutupi kepalanya dengan lengan. Tindakan yang sebenarnya sia-sia jika perisai pelindungnya tidak aktif. Beruntung, tabir perisai pelindung itu secara otomatis muncul dan melindungi Tasya dari segala serangan lawan. Sehinggu peluru yang ditembakkan Nely terpental saat menyentuh perisai pelindung Tasya. Peluru itu menumbuk lantai dan menimbulkan ledakan elektromagnetik dahsyat yang menghancurkan lantai Alkima Plaza.

"Kalian ini berisik sekali. Menganggu tidurku saja," keluh seorang pemuda berkulit pucat bernama Eophi. Perawakannya jangkung dengan wajah babyface yang menggemaskan. Semenggemaskan bantal, guling, dan kasur yang selalu dibawanya ke mana-mana. Seekor naga mungil berwarna merah menyembul dari kasur Eophi, namanya Hel. Hewan peliharaan Eophi nan setia.

"Iya, nih. Mereka berdua nggak suka lihat orang lain nyantai," Tasya menimpali.

"Bisakah kalian serius sedikit saja untuk turnamen ini. Kita ini satu tim, butuh kekompakan untuk menyelesaikan turnamen ini. Paham?" kata Radith.

Eophi menggeleng. "Entahlah, aku mengantuk," jawabnya sambil kembali bergelung di atas kasur dan memeluk guling.

Nely melirik Eophi. Jemarinya bersiap menarik pelatuk senapan. Tapi  ia urung melakukannya karena dicegah Radith.

"Kumohon, jangan menyerangku lagi ya. Aku janji mau berlatih beladiri dengan sungguh-sungguh bersama kalian," pinta Tasya. Ia bangkit dan menghampiri Radith dan Nely.

Nely menepuk jidat. "Syukurlah, setidaknya kamu sedikit berusaha daripada tidur doang," Seulas senyum tampak di bibir Nely.

"Nah, gitu dong. Semangat demi kemenangan tim kita," celetuk Radith.

"Tapi sebelum berlatih kanuragan kita selfie dulu, yuk!" Tasya mengeluarkan tongsis dan ber-selfie ria bersama Radith, Nely, dan Eophi yang terlelap di kasurnya.

Keempat Maid pendamping mundur, mereka memberikan ruang kepada para peserta untuk mengekspresikan diri.
***