"Apa cuma segini kemampuanmu? Kita butuh lebih," seloroh Radith.
"Iya, perisai virtual saja takkan cukup untuk menghalau serangan para monster," cibir Nely.
"Entahlah, aku ini cuma kuter alias kuis hunter. Aku ke sini buat berburu hadiah dan gratisan bukan bertarung," sahut Tasya cuek.
"Kenapa tidak kalian tanyakan saja sama para Maid, bukankah mereka tahu apapun?" celetuk Eophi yang masih asyik tiduran di kasur. Suaranya lebih mirip orang mengigau.
"Ada yang bisa kami bantu, Nona?" tanya Maid.
"Aku ingin tahu apa aku punya kekuatan lainnya?" sahut Tasya.
"Sebentar," Maid mengetukkan ujung sepatunya ke lantai. Seketika lantai Alkima berubah menjadi monitor yang menampilkan data diri Tasya.
"Di sini tertulis jika Nona Tasya memiliki senjata smartphone multifungsi. Fiturnya terdiri dari perisai virtual, aura hoki, proyeksi ruang virtual, dan siaran online pengganggu. Serta powerbank pemasok daya tanpa batas," jelas Maid.
"Apa? Siaran online pengganggu? Haduh, perusahaan aplikasi akan memecatku jika tahu ini," keluh Tasya.
"Huft, benar-benar payah," ejek Eophi.
"Hei, apa maksudmu! Kamu sendiri cuma bisa tidur doang. Sini tunjukkan kemampuanmu!" balas Tasya sewot.
Eophi menyibakkan selimutnya. Ia bangkit bersama seperangkat alat tidur yang melayang di sampingnya. Ia merapal mantra dengan lirih.
Guling Eophi bersinar dan mengeras. Eophi mengayunkan gulingnya kepada Tasya dengan sekuat tenaga.
"Plak!" guling menghantam wajah Tasya dan membuatnya jatuh tersungkur.
Tasya malah bengong. Hantaman guling Eophi terasa empuk di pipinya. Seperti ditepuk boneka bulu nan lembut. Bahkan perisai virtualnya tidak muncul karena menganggap serangan Eophi tidak berpotensi membahayakan Tasya.
"Apa itu menyakitkan?" tanya Radith heran melihat ekspresi Tasya.
Tasya menggeleng. Dan giliran Radith dan Nely yang melonggo.
"Astaga! Bahkan seranganmu tak mampu membunuh seekor lalat sekalipun, Eophi." Radith mengacak-acak rambutnya sendiri. Ia nyaris frustasi menghadapi rekan satu tim yang tidak bisa diandalkan.
"Eophi Rasaya memang pecinta damai. Dia punya prinsip Not Kill In Action sehingga serangannya takkan mencederai lawan," jelas Maid yang mendampingi Eophi.
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar